Selayang Pandang Kota Palopo

  • Sejarah

    Kota Palopo, dahulu disebut Kota Administratif (Kotif) Palopo, merupakan Ibu Kota Kabupaten Luwu yang dibentuk berdasarkan Peraturan Pemerintah ( PP ) Nomor Tahun 42 Tahun 1986. Seiring dengan perkembangan zaman, tatkala gaung reformasi bergulir dan melahirkan UU No. 22 Tahun 1999 dan PP 129 Tahun 2000, telah membuka peluang bagi Kota Administratif di Seluruh Indonesia yang telah memenuhi sejumlah persyaratan untuk dapat ditingkatkan statusnya menjadi sebuah daerah otonom.

    Ide peningkatan status Kotip Palopo menjadi daerah otonom , bergulir melalui aspirasi masyarakat yang menginginkan peningkatan status kala itu, yang ditandai dengan lahirnya beberapa dukungan peningkatan status Kotip Palopo menjadi Daerah Otonom Kota Palopo dari beberapa unsur kelembagaan penguat seperti 1). Surat Bupati Luwu No. 135/09/TAPEM Tanggal 9 Januari 2001, Tentang Usul Peningkatan Status Kotip Palopo menjadi Kota Palopo.2).Keputusan DPRD Kabupaten Luwu No. 55 Tahun 2000 Tanggal 7 September 2000, tentang Persetujuan Pemekaran/Peningkatan Status Kotip Palopo menjadi Kota Otonomi, 3). Surat Gubernur Propinsi Sulawesi Selatan No. 135/922/OTODA tanggal 30 Maret 2001 Tentang Usul Pembentukan Kotip Palopo menjadi Kota Palopo;4). Keputusan DPRD Propinsi Sulawesi Selatan No. 41/III/2001 tanggal 29 Maret 2001 Tentang Persetujuan Pembentukan Kotip Palopo menjadi Kota Palopo; Hasil Seminar Kota Administratip Palopo Menjadi Kota Palopo; Surat dan dukungan Organisasi Masyarakat, Oraganisasi Politik, Organisasi Pemuda, Organisasi Wanita dan Organisasi Profesi; Pula di barengi oleh Aksi Bersama LSM Kabupaten Luwu memperjuangkan Kotip Palopo menjadi Kota Palopo, kemudian dilanjutkan oleh Forum Peduli Kota.

    Akhirnya, setelah Pemerintah Pusat melalui Depdagri meninjau kelengkapan administrasi serta melihat sisi potensi, kondisi wilayah dan letak geografis Kotip Palopo yang berada pada Jalur Trans Sulawesi dan sebagai pusat pelayanan jasa perdagangan terhadap beberapa kabupaten yang meliputi Kabupaten Luwu, Luwu Utara, Tana Toraja dan Kabupaten Wajo serta didukung dengan sarana dan prasarana yang memadai, Kotip Palopo kemudian ditingkatkan statusnya menjadi Daerah Otonom Kota Palopo Tanggal 2 Juli 2002, merupakan salah satu tonggak sejarah perjuangan pembangunan Kota Palopo, dengan di tanda tanganinya prasasti pengakuan atas daerah otonom Kota Palopo oleh Bapak Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia , berdasarkan Undang-Undang No. 11 Tahun 2002 tentang Pembentukan Daerah Otonom Kota Palopo dan Kabupaten Mamasa Provinsii Sulawesi Selatan , yang akhirnya menjadi sebuah Daerah Otonom, dengan bentuk dan model pemerintahan serta letak wilayah geografis tersendiri, berpisah dari induknya yakni Kabupaten Luwu. Diawal terbentuknya sebagai daerah otonom, Kota Palopo hanya memiliki 4 Wilayah Kecamatan yang meliputi 19 Kelurahan dan 9 Desa. Namun seiring dengan perkembangan dinamika Kota Palopo dalam segala bidang sehingga untuk mendekatkan pelayanan pelayanan pemerintahan kepada masyarakat , maka pada tahun 2006 wilayah kecamatan di Kota Palopo kemudian dimekarkan menjadi 9 Kecamatan dan 48 Kelurahan. Kota Palopo dinakhodai pertama kali oleh Bapak Drs. H.P.A. Tenriadjeng, Msi, yang di beri amanah sebagai penjabat Walikota (Caretaker) kala itu, mengawali pembangunan Kota Palopo selama kurun waktu satu tahun , hingga kemudian dipilih sebagai Walikota defenitif oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Palopo untuk memimpin Kota Palopo Periode 2003-2008, yang sekaligus mencatatkan dirinya selaku Walikota pertama di Kota Palopo.

    Kota Palopo yang ditingkatkan statusnya menjadi kota otonom berdasarkan UU No. 11/2002, dalam mengefektifkan laju dan gerak pembangunan mengusung visi “sebagai salah satu Kota Pelayanan Jasa Terbaik di Kawasan Indonesia Timur Indonesia”, berpijak pada keinginan menjadikan Kota Palopo sebagai pusat pelayanan maka pemerintah menuangkannya dalam Strategi Kota 7 Dimensi (The City of Seven Dimension) yaitu : Kota Religi, Kota Pendidikan, Kota Olahraga/Kesehatan, Kota Adat/Budaya, Kota Dagang, Kota Industri dan Kota Pariwisata.

    Letak geografis yang strategis dengan dukungan daerah hinterland, membuka peluang Palopo menjadi pusat distribusi dan perputaran ekonomi serta menjadi gateway untuk memasuki bagian utara Pulau Sulawesi.

    Kota Palopo yang berada di jantung Pulau Sulawesi saat ini bisa diakses melalui tiga jalur transportasi. Yakni, transportasi darat dari tiga penjuru, yakni gerbang utama di sebelah Selatan dari Kota Makassar, sebelah Barat dari Kabupaten Tana Toraja dan sebelah Utara dari Kabupaten Luwu Utara. Transportasi laut melalui Pelabuhan Tanjung Ringgit. Dan saat inipun Kota Palopo dapat diakses melalui dua bandara perintis yaitu Bandara A. Djemma di Masamba dan Bandara Lagaligo di Bua.

    Kota Palopo yang memiliki tiga matra lingkungan yaitu pegunungan darat dan laut memiliki kesuburan serta pesona eksotis sehingga secara ekonomis dapat dikelola untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat, dilain sisi keunggulan geografis tersebut dapat menjadi peluang untuk dikembangkannya pariwisata.

  • Visi & Misi

    VISI MISI KOTA PALOPO :

     Visi Kota Palopo:

    “Terwujudnya Palopo sebagai Kota Pendidikan, Jasa, Niaga dan Agro Industri yang Berwawasan Agama, Budaya, dan Lingkungan yang Terkemuka di Indonesia”.

    Misi Kota Palopo :

    • Menyelenggarakan pemerintahan yang bersih, efisien, efektif dan demokratis dengan mengedepankan supremasi hukum.
    • Mendorong pemberdayaan masyarakat dan meningkatkan pelayanan masyarakat di berbagai sektor.
    • Mendorong ketersediaan kebutuhan pokok manusia khususnya sandang dan pangan bagi masyarakat Kota Palopo.
    • Meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui jalur pendidikan formal dan non formal.
    • Meningkatkan derajat kesehatan masyarakat secara berkelanjutan.
    • Meningkatkan perekonomian rakyat dengan mendorong seara sungguh-sungguh simpul-simpul ekonomi rakyat, utamanya di bidang. perkoperasian/syariah, industri rumah tangga, usaha kecil, mikro dan menengah, lembaga keuangan dan jasa, serta mengembangkan pariwisata dan budaya yang didukung dengan infrastruktur yang memadai.
    • Menjamin iklim investasi yang kondusif melalui pelayana yang mudah, cepat dan efektif, serta kepastian berusaha dan mendorong terciptanya lapangan pekerjaan.
    • Penataan kawasan perkotaan yang berwawasan lingkungan.

    Mengembangkan kesadaran berbangsa dan bernegara di dalam otonomi daerah serta mendorong berkembangnya kehidupan beragama yang rukun, guna mewujudkan ketertiban dan keamanan demi terciptanya kehidupan masyarakat yang harmonis.

    VISI MISI HUMAS PEMKOT PALOPO :

    Visi Humas Kota Palopo :

    Meningkatnya Dukungan Masyarakat Palopo dalam Pembangunan melalui Layanan Humas & Protokol yang Responsif, Terpercaya & Berwibawa

    Misi Humas Kota Palopo :

    1. Melaksanakan layanan humas dengan prinsip keterbukaan dan responsive
    2. Melaksanakan layanan keprotokoleran yang tertib dan berwibawa
    3. Melaksanakan layanan persandian secara akurat dan aman.
  • Demografi

    Penduduk Kota Palopo pada akhir 2014 tercatat sebanyak 164.903 jiwa, secara terinci menurut jenis kelamin masing- masing 80.410 jiwa laki-laki dan 84.493 jiwa perempuan, dengan demikian maka Rasio Jenis Kelamin sebesar 95,17 angka ini menunjukkan bahwa bilamana terdapat 100 penduduk perempuan ada 95 – 96 penduduk laki-laki, atau dengan kata lain bahwa perbandingan penduduk laki-laki dan perempuan di Kota Palopo pada Tahun 2014 sudah mendekati 1 banding 1. Dengan pertumbuhan penduduk pertahun rata-rata sebesar 2,54 persen

  • Data Geografis

    Letak Geografi

    Kota Palopo secara geografis terletak antara 2o53’15” – 3o04’08” Lintang Selatan dan 120o03’10” – 120o14’34” Bujur Timur.

    Kota Palopo yang merupakan daerah otonom kedua terakhir dari empat daerah otonom di Tanah Luwu , dimana di sebelah Utara berbatasan dengan Kecamatan Walenrang Kabupaten Luwu, di sebelah Timur dengan Teluk Bone, di sebelah Selatan berbatasan dengan Kecamatan Bua Kabupaten Luwu sedangkan di sebelah Barat dengan Kecamatan Tondon Nanggala Kabupaten Tana Toraja.`

    Luas Wilayah

    Luas wilayah administrasi Kota Palopo sekitar 247,52 kilometer persegi atau sama dengan 0,39 % dari luas wilayah Propinsi Sulawesi Selatan. Secara administratif Kota Palopo terbagi menjadi 9 kecamatan dan 48 kelurahan.

    Sebagian besar wilayah Kota Palopo merupakan dataran rendah, sesuai dengan keberadaannya sebagai daerah yang terletak di pesisir pantai. Sekitar 62,00 persen dari luas Kota Palopo merupakan daerah dataran rendah dengan ketinggian 0–500 m dari permukaan laut, 24,00 persen terletak pada ketinggian 501– 1000 m dan sekitar 14,00 persen yang terletak diatas ketinggian lebih dari 1000 m. Ada tiga kecamatan yang sebagian besar daerahnya merupakan daerah pegunungan yaitu Kecamatan Sendana, Kecamatan Mungkajang dan Kecamatan Wara Barat, sedangkan enam kecamatan lainnya sebagian besar wilayahnya merupakan dataran rendah. Kesan selanjutnya dari segi luas nampak bahwa kecamatan terluas adalah Kecamatan Wara Barat dengan luas 54,13 km2 dan yang tersempit adalah Kecamatan Wara Utara dengan luas 10,58 km2.

    Jarak Kecamatan Ke Ibukota Palopo

    Dalam rangka optimalisasi pelayanan masyarakat oleh Pemerintah juga tergantung oleh jarak suatu daerah. Jarak seluruh ibukota kecamatan ke ibukota Kota Palopo semua relatif dekat, yang terjauh adalah ibukota Kecamatan Telluwanua dengan jarak tercatat hanya sekitar 12,00 km. Sementara delapan kecamatan lainnya jaraknya hanya berkisar antara 1 – 5 km.

    Geologi (struktur tanah)

    Struktur lapisan dan jenis tanah serta batuan di Kota Palopo pada umumnya terdiri dari 3 jenis batuan beku, Batuan metamorf dan batuan vulkanik serta endapan alluvial yang hampir mendominasi seluruh wilayah Kota Palopo. Penyebaran jenis batuan dan struktur lapisan tanahnya mempunyai kecenderungan batuan beku granit dan garbo serta beberapa intrusi batuan lainnya. Kemudian dijumpai pula batuan beku yang merupakan jejak aliran lava yang telah membeku yang bersusunan balastik hingga andesitik. Batuan sedimen yang dijumpai meliputi batu gamping, batu pasir, untuk mendukung pembangunan dan bangunan di kawasan Kota Palopo. Ketersediaan tanah urugan, pasir serta batuan di wilayah Kota Palopo cukup tersedia yang terhampar di beberapa sungai Battang, sungai Latuppa dan sungai yang berbatasan dengan Kabupaten Luwu Kecamatan Lamasi atau Walenrang.

    Topografi (Kelerengan)

    Kondisi permukaan tanah kawasan perkotaan (Kawasan Build-up Area) cenderung datar, linier sepanjang jalur jalan Trans Sulawesi, dan sedikit menyebar pada arah jalan kolektor dan jalan lingkungan di wilayah perkotaan, sedangkan kawasan yang menjadi pusat kegiatan dan cukup padat adalah di sekitar kawasan pasar (pusat perdagangan dan jasa), sekitar perkantoran, dan sepanjang pesisir pantai, yang merupakan kawasan pemukiman kumuh yang basah dengan kondisi tanah genangan dan pasang surut air laut. Secara garis besar keadaan topografis Kota Palopo ini terdiri dari 3 variasi yaitu daratan rendah sepanjang pantai, wilayah perbukitan bergelombang dan datar di bagian Tengah, dan wilayah perbukitan dan pegunungan di bagian Barat, Selatan dan sebagian di bagian Utara.

    Klimatologi (Keadaan Iklim)

    Palopo secara spesifik dipengaruhi oleh adanya iklim tropis basah, dengan keadaan curah hujan bervariasi antara 500-1000 mm/tahun sedangkan untuk daerah hulu sungai di bagian pegunungan berkisar antara 1000-2000 mm/tahun. Suhu udara berkisar antara 25,5 derajat sampai dengan 29,7 derajat celcius, dan berkurang 0,6 derajat celcius setiap kenaikan sampai dengan 85% tergantung lamanya penyinaran matahari yang bervariasi antara 5,2 sampai 8,5 jam perhari.

  • Nomor Telepon Penting

    Nama Instansi Telepon
    POLISI 0471 – 21110
    Rumah Sakit Umum 0471 – 24356
    DAMKAR 0471 – 22501
    PDAM 0471 – 21247
    PLN 0471 – 24001
    PMI 0471 – 24678
    Telkom 0471 – 23900
    PJU 0471 – 351188

Berita HUMAS

Jalankan Nilai-Nilai HAM Dalam Urusan Pemerintahan

Maret 30, 2017 . by Humas Setda

Diseminasi HAM : Pemerintah Yang Baik Memiliki Pengetahuan Hukum dan HAM Pemerintah Kota Palopo, melalui Bagian Hukum dan […]

READ MORE

Logo Baru PDAM Palopo

Maret 22, 2017 . by Humas Setda

Peringati Hari Air Sedunia Air memiliki peran sangat penting dalam kehidupan. Saking pentingnya, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan Hari […]

READ MORE

Babak Baru Menara Payung Palopo

Maret 22, 2017 . by Humas Setda

Investor Ekspose Menara Payung, DPRD Setuju Asal tidak Pakai Dana APBD Rencana pembangunan Menara Kota Palopo yang atapnya berbentuk […]

READ MORE